
Jeruk Nagami, dengan nama ilmiah Citrus Japonica, merupakan salah satu varietas dalam keluarga sitrus yang berasal dari Asia Timur, khususnya dari Jepang dan China. Pohon ini biasanya memiliki tinggi sekitar 2,5 hingga 4,5 meter dan lebar mencapai 3 meter. Idealnya, Jeruk Nagami tumbuh dengan baik di suhu antara 13 hingga 24 derajat Celcius. Tipe tanah yang cocok untuk pertumbuhannya adalah tanah yang kaya akan humus, dengan tingkat keasaman (pH) antara 5,5 hingga 6,5.
Ciri-Ciri
Memahami ciri-ciri fisik dari sebuah tanaman merupakan langkah penting sebelum memutuskan untuk menanam atau merawatnya. Jeruk Nagami, sebagai salah satu anggota keluarga Citrus, menawarkan keunikan tersendiri yang bisa Anda temukan dalam berbagai aspek, mulai dari akar, batang, daun, hingga bentuk buahnya. Yuk, kita pelajari lebih detail.
Akar dan Batang
Jika Anda perhatikan, akar dari Jeruk Nagami memiliki karakteristik khusus. Berbeda dari pohon-pohon besar yang akarnya menembus jauh ke dalam tanah, akar Jeruk Nagami lebih suka menyebar di permukaan tanah. Hal ini bisa menjadi pertimbangan penting jika Anda berencana menanamnya di pot atau di kebun dengan lapisan tanah yang tidak terlalu tebal.
Sementara itu, batang pohon ini berwarna abu-abu kecokelatan dengan tekstur yang agak kasar. Meski memiliki duri, jumlah dan ukurannya tidak sebanyak jenis sitrus lain seperti jeruk purut atau jeruk keprok. Ini berarti Anda tidak perlu khawatir akan terluka saat melakukan perawatan rutin.
Daun
Daun merupakan salah satu komponen tanaman yang seringkali menjadi indikator kesehatannya. Tanaman ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan bentuk yang oval atau elips. Panjangnya bisa berkisar antara 3 hingga 9 cm, cukup bervariasi.
Tekstur daunnya sedikit berkilau, memberikan tampilan estetika yang menarik. Uniknya, daun ini cenderung berguguran saat memasuki musim dingin atau gugur, jadi jangan panik jika Anda melihat daun-daun mulai rontok, itu wajar.
Bentuk Buah
Kita semua tahu bahwa buah merupakan salah satu bagian tanaman yang paling dinantikan. Buah dari Jeruk Nagami memang cukup menarik. Bentuknya yang oval dan berwarna oranye saat matang membuatnya mudah dikenali.
Apa yang membedakannya dari sitrus lain, kulitnya yang sangat tipis. Keunikan ini menjadikan buah ini bisa langsung dimakan tanpa harus mengupas kulitnya, menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari sitrus lain yang Anda kenal.
Cara Menanam Jeruk Nagami (Citrus Japonica)
Dalam menanam Jeruk Nagami, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, mulai dari alat hingga metode penanaman.
Alat Apa Aja yang Perlu Disiapkan
Alat | Fungsi |
---|---|
Sekop | Menggali lubang tanam |
Sarung Tangan | Melindungi tangan dari duri |
Pupuk Kompos | Menambah nutrisi tanah |
Benih/Stek | Materi tanam |
Pengukur pH Tanah | Mengukur pH tanah |
Cara Menanam Lewat Benih
Menanam Jeruk Nagami dari benih bisa menjadi kegiatan yang mengasyikkan sekaligus memberikan rasa kepuasan tersendiri. Proses ini membutuhkan perhatian khusus, karena benih merupakan titik awal dari seluruh siklus kehidupan tanaman.
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti, yang lebih diperjelas untuk memberikan gambaran yang lebih mendetail.
Persiapan Tanah dengan pH Ideal
Langkah pertama dalam menanam Jeruk Nagami adalah mempersiapkan tanah yang akan menjadi media tumbuhnya.
Tanah dengan pH ideal antara 5,5 hingga 6,5 adalah pilihan terbaik. Anda bisa menggunakan alat pengukur pH tanah untuk memastikan kondisi ini. Jika tanah terlalu asam atau basa, Anda bisa menambahkan kapur atau sulfur sesuai kebutuhan untuk mengadjust pH tanah.
Penanaman Benih
Setelah tanah siap, Anda bisa mulai menanam benih. Buatlah lubang kecil dengan kedalaman sekitar 1,5 cm. Ini adalah kedalaman yang ideal untuk benih jenis sitrus, termasuk Jeruk Nagami. Jangan terlalu dalam, karena akan mempersulit benih untuk menembus permukaan tanah saat berkecambah. Sebaliknya, jangan terlalu dangkal karena benih bisa terbawa air saat penyiraman.
Penyiraman
Langkah terakhir tetapi tak kalah penting adalah penyiraman. Tuangkan air perlahan-lahan ke dalam lubang yang telah Anda buat hingga tanah di sekitarnya menjadi lembab. Jangan siram dengan air berlebihan, karena ini bisa membuat benih terendam dan membusuk. Penyiraman yang cukup adalah yang membuat tanah tetap lembab, namun tidak begitu basah hingga tergenang.
Cara Menanam Lewat Stek
Selain menanam dari benih, Anda juga bisa memilih untuk menanam Jeruk Nagami dengan menggunakan metode stek. Ini adalah teknik yang umum digunakan oleh para petani dan hobiis tanaman karena prosesnya lebih cepat dibandingkan menanam dari benih dan tingkat keberhasilannya biasanya lebih tinggi. Berikut ini langkah-langkahnya dalam menanam Jeruk Nagami menggunakan stek, dengan fokus pada detail-detail yang penting.
Memilih Stek dari Pohon yang Sudah Dewasa dan Sehat
Langkah pertama adalah memilih stek yang akan digunakan. Ini adalah bagian vital yang akan mempengaruhi hasil dari tanaman nantinya. Pilihlah stek dari pohon Jeruk Nagami yang sudah dewasa dan sehat. Ciri-ciri stek yang baik adalah memiliki tekstur yang keras, tidak ada tanda-tanda penyakit atau hama, dan idealnya memiliki beberapa mata tunas. Panjang stek biasanya sekitar 15 sampai 20 cm.
Menanam Stek di Dalam Tanah yang Telah Disiapkan
Setelah memilih stek, langkah selanjutnya adalah menanamnya ke dalam tanah. Sama seperti menanam dari benih, tanah yang digunakan harus sudah disiapkan terlebih dahulu dengan pH ideal antara 5,5 sampai 6,5. Lubang tanam tidak perlu terlalu dalam, cukup sekitar 5 sampai 10 cm. Pastikan setidaknya satu mata tunas dari stek berada di atas permukaan tanah.
Hormon Akar
Untuk mempercepat proses pertumbuhan dan meningkatkan peluang keberhasilan, disarankan untuk menggunakan hormon akar. Hormon ini biasanya tersedia dalam bentuk bubuk atau cair. Ikuti petunjuk pada kemasan untuk penggunaannya. Biasanya, Anda cukup mencelupkan bagian bawah stek ke dalam hormon akar sebelum menanamnya.
Cara Merawat Jeruk Nagami (Citrus Japonica)
Berikut merupakan beberapa langkah yang dapat Anda ikuti dalam merawat Jeruk Nagami, termasuk pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan.
Pemupukan
Merawat Jeruk Nagami (Citrus Japonica) hingga berbuah dengan subur memerlukan pemupukan yang tepat. Pemupukan yang optimal tidak hanya mempengaruhi kesehatan tanaman tetapi juga kualitas dari buah yang dihasilkan. Berikut ini adalah detail yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemupukan untuk Jeruk Nagami:
Jenis Pupuk
Untuk jenis pupuk, pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) biasanya menjadi pilihan utama dalam merawat pohon sitrus, termasuk Jeruk Nagami. Pupuk ini memiliki kandungan hara makro yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Frekuensi
Pemupukan idealnya dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun. Frekuensi ini memastikan bahwa tanaman mendapat asupan nutrisi yang cukup tetapi tidak berlebihan, yang bisa menyebabkan masalah seperti akar yang busuk atau pembuahan yang tidak optimal.
Waktu Pemberian
Waktu yang tepat untuk memberikan pupuk adalah pada pagi hari atau sore hari. Ini dilakukan untuk meminimalkan stres pada tanaman karena suhu yang lebih rendah dibandingkan siang hari, sehingga penyerapan nutrisi bisa lebih optimal.
Takaran
Takaran pupuk yang direkomendasikan adalah sekitar 1 sampai 2 cangkir per pohon. Sebaiknya, sebar pupuk secara merata di sekitar zona perakaran tanaman, jangan sampai menumpuk di satu titik karena ini bisa membakar akar.
Jenis Pupuk | Frekuensi | Waktu Pemberian | Takaran |
---|---|---|---|
Pupuk NPK | 4 kali setahun | Pagi atau sore | 1-2 cangkir per pohon |
Penyiraman
Sistem penyiraman yang efektif sangat penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas Jeruk Nagami (Citrus Japonica). Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk menyirami Jeruk Nagami dengan cara yang paling efisien:
Frekuensi Penyiraman
Frekuensi penyiraman akan bergantung pada kondisi cuaca dan musim. Pada musim panas, ketika cuaca lebih panas dan tanaman membutuhkan lebih banyak air, penyiraman idealnya dilakukan setiap 2 sampai 3 hari sekali. Sebaliknya, pada musim dingin, frekuensi ini bisa dikurangi menjadi seminggu sekali. Hal ini karena tanaman cenderung membutuhkan lebih sedikit air di musim yang lebih dingin.
Waktu Penyiraman
Waktu yang paling ideal untuk menyirami tanaman ini pada pagi atau sore hari. Menyirami di waktu-waktu ini meminimalkan penguapan, sehingga tanaman memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap air. Selain itu, suhu yang lebih rendah pada pagi dan sore hari membantu mengurangi stres pada tanaman.
Kuantitas Air
Dalam melakukan penyiraman, pastikan tanah menjadi cukup lembab tetapi tidak basah kuyup. Tujuannya adalah agar sistem perakaran mendapatkan kelembapan yang cukup tanpa mengalami kondisi anaerobik yang bisa memicu busuk akar.
Musim | Frekuensi Penyiraman | Waktu Penyiraman Ideal |
---|---|---|
Musim Panas | 2-3 hari sekali | Pagi atau sore |
Musim Dingin | Seminggu sekali | Pagi atau sore |
Pemangkasan
Pemangkasan disarankan dilakukan setidaknya satu kali setahun, untuk menghilangkan cabang yang mati atau yang tidak produktif.
Hama
Hama yang sering mengganggu pohon ini antara lain adalah kutu daun, ulat, dan jamur. Solusi untuk mengatasi hama ini adalah dengan penggunaan pestisida organik atau kimia sesuai dengan anjuran yang ada.
Untuk membaca artikel lain tentang tanaman. Anda bisa membacanya disini.
Sumber: