Glossary.id masih dalam tahap beta. Kami sedang menyempurnakan fitur dan konten secara bertahap, terima kasih atas kunjungan Anda.

Sturnus contra

Jalak Suren (Sturnus Contra)

Juga dikenal sebagai: Javan Myna, Jalak Suren

16 July 2026

Jalak Suren (Sturnus contra) adalah spesies burung yang berasal dari keluarga Sturnidae. Burung ini dikenal luas di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, di mana ia sering terlihat di area perkotaan dan pedesaan. Jalak Suren memiliki ukuran tubuh yang relatif sedang, dengan panjang sekitar 23 hingga 26 cm dan berat berkisar antara 160 hingga 200 gram. Burung ini memiliki sayap yang lebar dan jangkauan sayap mencapai 40 hingga 45 cm.

Dari segi penampilan, Jalak Suren memiliki bulu tubuh yang berwarna hitam dengan kilauan ungu dan hijau yang mencolok. Bagian perutnya berwarna coklat muda, dan terdapat garis putih di sayap yang menambah keindahan visualnya. Paruh burung ini pendek dan kuat, berwarna kuning, yang digunakan untuk mencari makanan dan memecahkan biji-bijian. Ciri fisik ini membuatnya mudah dikenali di habitat alaminya.

Salah satu aspek menarik dari Jalak Suren adalah kebiasaan sosialnya. Burung ini sering terlihat bergerombol dalam kelompok besar, terutama saat mencari makanan. Mereka sangat vokal dan dapat mengeluarkan suara keras yang bervariasi, termasuk teriakan dan kicauan yang meriah. Kecerdasan mereka juga memungkinkan mereka untuk meniru suara-suara lain, termasuk suara manusia, yang menjadikannya burung peliharaan yang populer.

Musim kawin Jalak Suren biasanya berlangsung antara bulan Februari hingga Mei. Mereka membangun sarang di celah-celah dinding, pohon, atau bangunan. Sarang biasanya terbuat dari bahan-bahan alami seperti rumput, daun, dan kotoran. Setelah proses kawin, betina biasanya bertelur antara 3 hingga 5 butir telur yang akan dierami selama sekitar 14 hingga 17 hari. Setelah menetas, anak-anak burung akan dirawat oleh kedua induknya hingga cukup besar untuk terbang.

Jalak Suren adalah burung yang tidak migrasi. Mereka biasanya menetap di daerah yang sama sepanjang tahun, meskipun mereka dapat berpindah ke daerah yang lebih dekat dengan sumber makanan. Burung ini sangat adaptif dan dapat bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk area perkotaan yang padat.

Makanan Jalak Suren bervariasi, dan mereka dikenal sebagai omnivora. Diet mereka terdiri dari biji-bijian, buah-buahan, serangga, dan limbah makanan. Burung ini memiliki kemampuan untuk mencari makanan di tempat-tempat yang tidak biasa, termasuk di dekat tempat sampah di area perkotaan. Ini menunjukkan betapa fleksibelnya mereka dalam mencari sumber nutrisi.

Dalam penangkaran, Jalak Suren memerlukan kandang yang cukup besar dengan ruang untuk terbang dan berbagai peralatan untuk bermain. Mereka juga memerlukan diet yang seimbang untuk menjaga kesehatan mereka. Umur rata-rata Jalak Suren di alam liar berkisar antara 3 hingga 5 tahun, sedangkan di penangkaran, mereka dapat hidup antara 8 hingga 15 tahun jika dirawat dengan baik.

Namun, Jalak Suren menghadapi beberapa tantangan di alam liar. Mereka sering tertekan oleh hilangnya habitat akibat urbanisasi dan perburuan. Ini menjadi perhatian bagi para konservasionis yang berusaha untuk melindungi spesies ini dan habitatnya. Upaya konservasi dan pendidikan masyarakat diperlukan untuk memastikan bahwa Jalak Suren dapat terus hidup dan berkembang biak di alam liar.

Enter untuk mencari Esc untuk menutup