Glossary.id masih dalam tahap beta. Kami sedang menyempurnakan fitur dan konten secara bertahap, terima kasih atas kunjungan Anda.

Gracula religiosa

Jalak Kebo (Gracula Religiosa)

Juga dikenal sebagai: Asian Glossy Starling, Jalak Kebo

16 July 2026

Jalak Kebo, yang dikenal secara ilmiah sebagai Gracula religiosa, adalah burung yang berasal dari daerah tropis di Asia dan Indomalaya. Burung ini merupakan anggota keluarga Sturnidae dan dikenal luas karena warna bulunya yang menarik dan kemampuan vokalnya yang luar biasa. Dengan panjang antara 25 hingga 28 cm, Jalak Kebo memiliki postur tubuh yang ramping dan proporsi yang seimbang.

Bulu Jalak Kebo cenderung berwarna hitam mengkilap dengan nuansa hijau dan ungu yang dapat terlihat di bawah sinar matahari. Bagian dada burung ini biasanya memiliki warna putih, memberikan kontras yang mencolok dengan bulu tubuhnya yang gelap. Paruhnya yang kuat dan sedikit melengkung sangat cocok untuk dietnya yang beragam, yang terdiri dari buah-buahan, serangga, dan kadang-kadang makanan yang mengandung protein lainnya seperti telur.

Mengenai kebiasaan kawin, Jalak Kebo membentuk pasangan monogami. Mereka membangun sarang di lubang pohon atau celah bangunan, seringkali menggunakan bahan-bahan seperti rumput dan dedaunan. Proses reproduksi berlangsung selama musim kawin, dan betina biasanya bertelur antara 2 hingga 5 butir telur. Kedua induk burung akan berbagi tugas dalam mengerami telur dan merawat anak-anak mereka setelah menetas.

Jalak Kebo dikenal sebagai burung sosial dan sering terlihat dalam kelompok kecil. Namun, mereka juga dapat ditemukan secara soliter atau dalam pasangan. Burung ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap lingkungan perkotaan, sehingga sering dijumpai di kebun, taman, dan daerah pemukiman. Dengan suara kicauan yang keras dan bervariasi, mereka sering menjadi bagian dari nuansa kehidupan kota.

Meski tidak migrasi secara teratur, Jalak Kebo dapat berpindah tempat dalam mencari sumber makanan yang lebih baik. Mereka cenderung aktif di siang hari dan dapat ditemukan mencari makanan di pohon-pohon atau di tanah. Kegiatan ini seringkali melibatkan penerbangan yang lincah dan lompatan dari cabang ke cabang.

Dalam penangkaran, Jalak Kebo memerlukan kandang yang cukup luas dan nyaman. Kandang harus dilengkapi dengan tempat bertengger dan perlindungan dari sinar matahari langsung. Kualitas makanan juga sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka, di mana diet yang seimbang dapat mencegah berbagai penyakit. Burung ini dapat hidup antara 10 hingga 15 tahun dalam perawatan yang baik, sementara di alam liar, usia mereka biasanya berkisar antara 5 hingga 7 tahun.

Salah satu tantangan yang dihadapi Jalak Kebo adalah risiko infeksi saluran pernapasan dan masalah pencernaan, terutama jika lingkungan penangkaran tidak terjaga kebersihannya. Stres dapat menjadi faktor serius bagi burung ini, terutama jika mereka tidak memiliki cukup ruang untuk bergerak dan bertengger. Oleh karena itu, penting bagi para penggemar burung untuk memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan mereka.

Secara keseluruhan, Jalak Kebo adalah burung yang menarik dengan karakteristik yang unik. Keberadaan mereka dapat memberikan warna tersendiri dalam ekosistem, baik di alam liar maupun dalam konteks perkotaan. Dengan perhatian yang tepat, Jalak Kebo dapat menjadi teman yang menyenangkan dan menambah keindahan lingkungan di sekitarnya.

Enter untuk mencari Esc untuk menutup