Glossary.id masih dalam tahap beta. Kami sedang menyempurnakan fitur dan konten secara bertahap, terima kasih atas kunjungan Anda.

Pycnonotus aurigaster

Cucak Ijo (Pycnonotus Aurigaster)

Juga dikenal sebagai: Yellow-vented Bulbul, Cucak Ijo

16 July 2026

Cucak Ijo, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Yellow-vented Bulbul, adalah spesies burung dari keluarga Pycnonotidae. Burung ini banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dengan panjang sekitar 20-23 cm, burung ini memiliki tubuh yang ramping dan warna yang mencolok. Bagian atas tubuh berwarna hijau zaitun, sedangkan bagian bawahnya berwarna kuning cerah. Kepala burung ini berwarna hitam dengan garis putih di sekitar mata, memberikan penampilan yang menarik.

Burung Cucak Ijo memiliki paruh yang konis dan sedikit melengkung, yang sangat sesuai untuk memakan berbagai jenis makanan. Diet mereka terdiri dari buah-buahan, serangga, dan nektar. Mereka biasanya mencari makanan di pohon-pohon dan semak-semak, sering kali terlihat melompat-lompat sambil mencari makanan. Kebiasaan makan mereka membuat mereka sangat penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk tanaman dan penyebar biji.

Dalam hal perilaku, Cucak Ijo adalah burung yang sangat sosial. Mereka sering terlihat dalam kelompok kecil atau berpasangan. Suara kicauannya yang merdu dan nyaring membuat mereka mudah dikenali. Mereka sering berkicau di pagi hari, menambah keindahan suara alam. Kicauan mereka memiliki variasi nada dan sering kali digunakan untuk berkomunikasi dengan pasangan atau anggota kelompok lainnya.

Musim kawin Cucak Ijo umumnya terjadi selama musim hujan. Mereka membangun sarang dari ranting dan dedaunan di semak-semak atau pohon-pohon rendah. Betina biasanya bertelur 2-3 butir, dan ia akan mengerami telur tersebut selama sekitar 14 hari. Setelah menetas, kedua induk burung akan bergantian memberi makan anak-anak mereka hingga cukup besar untuk terbang.

Cucak Ijo tidak melakukan migrasi dan cenderung menetap di wilayah habitatnya. Mereka dapat ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk hutan, kebun, dan area urban. Meskipun mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, kehilangan habitat akibat urbanisasi dan deforestasi dapat menjadi tantangan bagi keberlangsungan spesies ini.

Enter untuk mencari Esc untuk menutup